Kebanyakan anak sudah mampu berjalan sendiri, meskipun masih agak limbung, di usia 1 tahun. Tapi tidak sedikit pula yang baru bisa berjalan di atas usia tersebut, 14-15 bulan misalnya. Dan itu hal yang normal dan wajar-wajar saja. Tak urung, banyak pula orangtua yang agak was-was ketika anaknya belum menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan di usia 1 tahun.
Anak saya sudah berusia 1 tahun, tapi kok masih senang merangkak? Padahal, teman-teman seusianya sudah mulai berjalan sendiri.
Moms, ini kan bukan lomba!. Banyak faktornya yang mempengaruhi kapan anak mampu berjalan sendiri. Mulai dari keturunan sampai ukuran tubuh.
Coba tanyakan ke orangtua dan mertua Anda, kapan Anda maupun suami pertama kali berjalan?. Para ahli ilmu kesehatan anak tidak menganggap seorang anak mengalami keterlambatan berjalan sampai usia 15 bulan. Bahkan, beberapa anak baru berjalan pada rentang usia 15 – 18 bulan. Waktu untuk berkembang tiap-tiap anak tidak sama, dan untuk kemampuan berjalan ini batas toleransinya sangat lebar.
Katanya anak yang terlambat jalan akan mengalami masalah dalam tumbuh kembang selanjutnya?
Wajar jika Anda khawatir. Tapi coba perhatikan, apakah buah hati Anda mampu tengkurap pada waktunya? Merangkak pada waktunya?. Jika ya, tak usahlah terlalu meributkan keterlambatan jalannya itu. Kecuali selama ini memang ada pola keterlambatan dalam setiap perkembangan motorik kasarnya. Atau jika sampai usia 15-16 bulan, anak tidak juga ada tanda-tanda mau berjalan. Keterlambatan jalan bisa juga disebabkan oleh kondisi-kondisi khusus, seperti otot-otot yang lemah, dislokasi tulang pinggul, atau cerebral palsy. Tetapi sama sekali tidak ada alasan untuk panik sebelum Anda memastikannya dengan dokter.
Oh, dia akan jadi anak yang kurang cakap dalam olahraga.
Tidak ada hubungan antara kecakapan anak dalam bidang olahraga dengan seberapa dini ia mampu berjalan sendiri. Kecakapan berolahraga lebih dipengaruhi oleh faktor motivasi, latihan dan sedikit dipengaruhi oleh tipe badan. Seperti halnya, tidak ada pengaruhnya keterlambatan berjalan dengan perkembangan fisik selanjutnya, IQ, kemampuan bahasa dan bersosialisasi anak.
Dia hanya malas saja!
Sesungguhnya, anak usia batita belum memahami arti kata malas. Di usia 1 tahun, anak dapat merasa sangat terpesona dengan lingkungan sekelilingnya. Ada pula anak yang lebih fokus mengembangkan motorik halusnya. Ia lebih tertarik bermain puzzle atau susun balok, ketimbang berjalan kesana-kemari. Mungkin juga tanpa Anda ketahui sebenarnya si kecil sedang mempersiapkan diri. Diam-diam ia membangun kekuatan tubuhnya, belajar bagaimana memutar tubuh, atau merencanakan gerakan apa selanjutnya. Setelah ia merasa benar-benar siap, Anda lah yang akan dikejutkan dengan debut pertamanya itu. Bagi anak, berjalan adalah serangkaian gerakan yang cukup rumit.
Dia bukan hanya terlambat jalan, tapi juga tidak pernah merangkak.
Sekitar 7 % anak-anak mulai berjalan tanpa melewati fase merangkak terlebih dahulu. Mereka hanya merayap atau bergerak ke depan-ke belakang di atas tangan dan lututnya (onggong-onggong). Bila sampai usia 1 tahun anak tidak juga menunjukkan salah satu dari ketiga tanda-tanda diatas, atau Anda mengamati si kecil mengalami kemunduran dan bukannya kemajuan dalam perkembangannya, segera konsultasi ke dokter.
Sepertinya kami tidak sering melatih anak kami berjalan.
Ketika dokter berkata bahwa anak Anda akan berjalan bila ia sudah siap, sang dokter bukan sedang menghibur Anda. Kenyataannya, anak-anak memang demikian. Meski demikian, tidak ada salahnya Anda memberikan latihan dan dorongan. Asalkan jangan terlalu memaksa.
Tips - tips
Pegangi bagian belakang tubuh anak ketika ia berusaha menarik badannya untuk berdiri. Atau, iming-imingi anak dengan mainan kesayangannya dari jarak yang cukup untuk membuat ia melangkah (sambil berpegangan) untuk meraih mainannya itu.
Beri si kecil sebuah kotak atau kursi kecil (yang setinggi pinggang anak) untuk ia dorong-dorong. Jangan lupa menyemangatinya agar ia merasa fun.
Biarkan si kecil ‘berkeliaran’ dan jatuh-bangun dalam usahanya untuk berjalan. 30 menit ‘latihan’ jalan ini sudah lebih dari cukup untuknya. Dan jangan gunakan baby walker.
Tak perlu memburu-buru si kecil. Biarkan saja ia menikmati proses belajarnya. Nanti, ketika ia telah lancar berjalan, Anda lah yang akan terengah-engah mengerjarnya.
Tampilkan postingan dengan label KATEGORI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATEGORI. Tampilkan semua postingan
Tahapan Bayi Berjalan
Proses berjalan bayi umumnya dimulai pada usia 9 bulan dengan tahapan berikut:
* Bulan ke-9
Berdiri tegak bila kedua tangan dipegang. Kalau kita biarkan si bayi berdiri (kita hanya pegang kedua tangannya) ia akan berdiri tegak selama beberapa detik di atas kakinya. Ia menahan keseimbangan tubuh yang seluruhnya terletak pada kedua telapak kaki. Berdiri dengan cara demikian hanya sebentar saja dapat dilakukannya karena ia memang belum menguasai keseimbangan badan pada sikap badan tegak lurus.
* Bulan ke-10
Bayi bergayut pada perabot rumah dan mengangkat badan sampai berdiri. Seperti halnya pada perkembangan merangkak, bayi 10 bulan sudah dapat mengangkat badannya sampai sikap “empat kaki”. Dari sikap ini ia kemudian bergayut pada perabot dan menarik badannya ke atas sampai berdiri. Dari sikap berlutut atau setengah berlutut, ia melangkahkan sebelah kakinya ke depan, menjejak dengan telapak kakinya dan menarik badannya hingga berdiri.
Berdiri sambil berpegang pada sesuatu. Bila bayi dapat berpegang pada perabot rumah atau benda kokoh lainnya, ia dapat berdiri selama 1/2 menit. Pada sikap ini telapak kaki bukan hanya ujung-ujung jari kaki saja, tapi seluruh alas telapak kaki menyentuh permukaan lantai.
* Bulan ke-11
Berjalan ke samping sambil merambat pada perabot dalam rumah. Percaya dirinya tumbuh dengan ditandainya melalui sikap berdiri yang memungkinkan anak memindah-mindahkan berat badannya. Mulai pada kaki kiri lalu pindah ke kaki kanan. Dengan kemampuan inilah anak “berjalan di tempat” atau melangkah ke samping.
Berjalan bila kedua tangan dipegang/ditatih. Bila bayi kita pegang kedua tangannya, ia pun mulai mencoba berjalan. Setelah kakinya melangkah maju, pinggul digerakkan ke depan dan berat badan ditopang oleh telapak kaki. Langkahnya memang masih agak tertahan-tahan, belum mantap dengan kaki terbentang lebar.
* Bulan ke-12
Berjalan jika sebelah tangannya dipegang. Langkah-langkahnya memang belum mantap dan kedua kaki masih terbentang lebar. Anak masih gampang kehilangan keseimbangan hingga orang dewasa masih harus memegangnya dan selalu siap menangkapnya bila ia terjatuh.
Bulan ke-13 dan seterusnya.
Mulai menjadi “ahli”. Kemantapan anak berjalan mulai menunjukkan hasil. Kita akan takjub bila suatu saat dia sudah mampu berjalan dengan cepat. Meski perkembangan setiap anak berbeda-beda, umumnya di usia 18 bulan hingga 2 tahun anak sudah dapat berjalan tegak dengan keseimbangan yang lebih mantap tanpa perlu lagi dipegangi.
Sumber 365 Hari Pertama Perkembangan Bayi Sehat; Theodor Hellbrugge dan J.H. von Wimpffen, ed.; Pustaka Sinar Harapan; 2002
* Bulan ke-9
Berdiri tegak bila kedua tangan dipegang. Kalau kita biarkan si bayi berdiri (kita hanya pegang kedua tangannya) ia akan berdiri tegak selama beberapa detik di atas kakinya. Ia menahan keseimbangan tubuh yang seluruhnya terletak pada kedua telapak kaki. Berdiri dengan cara demikian hanya sebentar saja dapat dilakukannya karena ia memang belum menguasai keseimbangan badan pada sikap badan tegak lurus.
* Bulan ke-10
Bayi bergayut pada perabot rumah dan mengangkat badan sampai berdiri. Seperti halnya pada perkembangan merangkak, bayi 10 bulan sudah dapat mengangkat badannya sampai sikap “empat kaki”. Dari sikap ini ia kemudian bergayut pada perabot dan menarik badannya ke atas sampai berdiri. Dari sikap berlutut atau setengah berlutut, ia melangkahkan sebelah kakinya ke depan, menjejak dengan telapak kakinya dan menarik badannya hingga berdiri.
Berdiri sambil berpegang pada sesuatu. Bila bayi dapat berpegang pada perabot rumah atau benda kokoh lainnya, ia dapat berdiri selama 1/2 menit. Pada sikap ini telapak kaki bukan hanya ujung-ujung jari kaki saja, tapi seluruh alas telapak kaki menyentuh permukaan lantai.
* Bulan ke-11
Berjalan ke samping sambil merambat pada perabot dalam rumah. Percaya dirinya tumbuh dengan ditandainya melalui sikap berdiri yang memungkinkan anak memindah-mindahkan berat badannya. Mulai pada kaki kiri lalu pindah ke kaki kanan. Dengan kemampuan inilah anak “berjalan di tempat” atau melangkah ke samping.
Berjalan bila kedua tangan dipegang/ditatih. Bila bayi kita pegang kedua tangannya, ia pun mulai mencoba berjalan. Setelah kakinya melangkah maju, pinggul digerakkan ke depan dan berat badan ditopang oleh telapak kaki. Langkahnya memang masih agak tertahan-tahan, belum mantap dengan kaki terbentang lebar.
* Bulan ke-12
Berjalan jika sebelah tangannya dipegang. Langkah-langkahnya memang belum mantap dan kedua kaki masih terbentang lebar. Anak masih gampang kehilangan keseimbangan hingga orang dewasa masih harus memegangnya dan selalu siap menangkapnya bila ia terjatuh.
Bulan ke-13 dan seterusnya.
Mulai menjadi “ahli”. Kemantapan anak berjalan mulai menunjukkan hasil. Kita akan takjub bila suatu saat dia sudah mampu berjalan dengan cepat. Meski perkembangan setiap anak berbeda-beda, umumnya di usia 18 bulan hingga 2 tahun anak sudah dapat berjalan tegak dengan keseimbangan yang lebih mantap tanpa perlu lagi dipegangi.
Sumber 365 Hari Pertama Perkembangan Bayi Sehat; Theodor Hellbrugge dan J.H. von Wimpffen, ed.; Pustaka Sinar Harapan; 2002
Berat badan anak normal
Orangtua kadang khawatir mengenai pertumbuhan anak-anaknya, apakah anaknya sudah tumbuh dengan baik atau belum. Salah satu faktor yang diukur adalah berat badan, karena itu ketahui berapa berat badan rata-rata anak sesuai usianya.
Untuk mengetahui apakah seorang anak sudah tumbuh dengan baik atau belum adalah dengan mengukur berat badan, tinggi badan dan juga lingkar kepalanya. Semua faktor ini biasanya dihubungkan dengan grafik pertumbuhan.
Tapi saat ini masih banyak orangtua yang selalu merasa anaknya kurus, padahal jika dilihat dalam grafik pertumbuhannya sebenarnya anak tidak kurus. Grafik pertumbuhan tersebut memberikan panduan pada orangtua mengenai berat badan yang ideal untuk anak-anak sesuai dengan usianya.
Diberitakan dari Kidshealth, Senin (30/8/2010), grafik pertumbuhan adalah salah satu standar dari setiap pemeriksaan, serta untuk melihat atau memantau bagaimana pola tinggi dan berat badan anak dari waktu ke waktu.
Misalnya seorang anak tumbuh dengan baik hingga ia usia 2 tahun, lalu tiba-tiba pertumbuhannya melambat. Hal ini bisa diketahui melalui grafik pertumbuhan dan kemungkinan mengindikasikan masalah kesehatan.
Beberapa faktor juga diketahui turut mempengaruhi berat dan tinggi badan seorang anak, seperti genetik, usia, jenis kelamin, nutrisi, aktivitas fisik yang dilakukan anak, kesehatan, lingkungan dan hormon. Namun satu hal yang pasti tidak ada dua anak yang tumbuh pada tingkat yang sama, karena setiap anak memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Selain itu pada tahap remaja terkadang bisa saja berat badan anak turun atau justru meningkat dengan cepat.
Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah yang penting, karena jumlahnya semakin meningkat. Karena itu penting bagi orangtua untuk selalu memantau berat dan juga tinggi badan anak, serta usahakan agar berat badan anak masih termasuk ke dalam range normal.
Seperti diberitakan dari Buzzle, berikut adalah berat badan rata-rata seorang anak berdasarkan usianya, yaitu:
Pertumbuhan ( growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak.
Penilaian terhadap pertumbuhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan dan sampai anak berusia 2 tahun masih dapat digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak. Beberapa cara penilaian melalui pemeriksaan fisik atau klinikal, pemeriksaan antropometri (membandingkan tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur), contohnya KMS (kartu menuju sehat) yang membandingkan berat badan terhadap umur, pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet.
Beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak :
> Faktor heredo konstitusional ; tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan
> Faktor hormonal ; insulin , tiroid, hormon sex dan steroid.
> Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir ; gizi, trauma, sosio – ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll.
Perkiraan berat badan yang dapat mudah dilakukan dalam kilogram adalah berat badan waktu lahir bayi cukup bulan akan kembali pada hari ke 10.Berat badan menjadi 2 kali berat waktu lahir saat usia 5 bulan, menjadi 3 kali berat lahir saat usia satu tahun, dan menjadi 4 kali berat waktu lahir saat usia 2 tahun. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata– rata 2 kg/ tahun.
Perkiraan tinggi badan dapat pula dilakukan dalam sentimeter yaitu usia 1 tahun 1,5 kali tinggi badan lahir, usia 4 tahun 2 kali tinggi badan lahir, 6 tahun 1,5 kali tinggi badan 1 tahun,.
Kita dapat pula mePrediksikan tinggi akhir anak sesuai potensi genetic berdasarkan tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai potensinya. (fn/dt/ii)
Ciri ciri anak sehat
Diposting oleh
Penulis
di
02.21
Orangtua yang memperhatikan tumbuh kembang anak perlu mencermati tanda-tanda anak memiliki asupan gizi yang baik. Seperti dituturkan ahli gizi Dr dr Anie Kurniawan, M.Sc, SpGK, ada 10 tanda umum yang mudah dikenali dari anak yang memiliki gizi yang baik.
Pertama, anak sehat bertambah umur, berat dan tinggi badan pun bertambah.
Kedua, postur tubuh tegap dan otot padat. Pertumbuhan dan perkembangan rangka tubuh diukur dengan cara berdiri tegak. Pertumbuhan otot dilihat dengan pengukuran lingkar lengan atas yang sesuai dengan usianya.
Ketiga, rambut berkilau dan kuat. Anak yang memenuhi kriteria ini memiliki cukup asupan makronutrien, seng, serta vitamin C dan E.
Keempat, kulit serta kuku bersih dan tidak pucat. Kulit lembab dan tidak bersisik itu cukup asupan vitamin A, C, dan E.
Kedua, postur tubuh tegap dan otot padat. Pertumbuhan dan perkembangan rangka tubuh diukur dengan cara berdiri tegak. Pertumbuhan otot dilihat dengan pengukuran lingkar lengan atas yang sesuai dengan usianya.
Ketiga, rambut berkilau dan kuat. Anak yang memenuhi kriteria ini memiliki cukup asupan makronutrien, seng, serta vitamin C dan E.
Keempat, kulit serta kuku bersih dan tidak pucat. Kulit lembab dan tidak bersisik itu cukup asupan vitamin A, C, dan E.
Kelima, wajah ceria, mata bening, dan bibir segar. Kejiwaan anak ditandai dengan sifat ceria, aktif berkomunikasi, dan mau berteman.
Keenam, gigi bersih dan gusi merah muda. Gigi anak berkilat, gusi merah muda berkilat, dan lidah bersih segar artinya anak memiliki kecukupan acupan niasin, asam folat, riboflavin, dan vitamin B 12.
Ketujuh, nafsu makan baik dan buang air besar teratur.
Kedelapan, anak bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. Fungsi motorik anak yang sehat bila anak bergerak aktif sesuai umur, lincah bermain sesuai umur, dan berbicara lancar sesuai umur.
Kesembilan, anak sehat itu penuh perhatian dan bereaksi aktif. Kecerdasan anak diartikan dengan sikap penuh perhatian, rasa ingin tahu, bereaksi aktif, dan berprestasi.
Kesepuluh, anak dapat tidur nyenyak. Status gizi memengaruhi kebiasaan tidur anak. Menurut dr Anie, ada hubungan antara indeks masa tubuh dan kebiasaan tidur anak. Misalnya anak perempuan (sekitar 13 tahun) yang langsing tidur lebih lama dan nyenyak daripada yang gemuk. Anak bergizi baik (tidak kegemukan) tidur lebih banyak. Dengan kecukupan asupan zat gisi dan serat dari makanan diharapkan anak bisa buang air besar lancar, nafsu makan baik, dan tidur nyenyak.
Sumber http://kesehatan.kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)